ne dia, copy paste aja ya alamat dibawah ne ka addresnya kamu ...
http://e-cpns.kemenkumham.go.id/app/data/Lulus/Kalimantan%20Tengah.pdf
" saya tidak pernah gagal, tapi saya belajar bagaimana cara menghadapi kegagalan ".(nix)
Rabu, 17 November 2010
Jumat, 27 Agustus 2010
AKU SEDANG BERDOA
kutundukan kepalaku dan melemahlah seluruh pergelangan kakiku.
sesaat itu juga aku jatuh berlutut diatas dasar tanah keras yang berserakan bebatuan hitam mengkilat.
begitupun aku tak mampu menahannya,
kubutuhkan bantuan lengan dan tanganku untuk membuka telapaknya dan menopangku dalam ketundukanku yang berat...
aku lemah,
tulang punggungku beberapa kali menggeretak,
urat- urat belakangku mengembang karena darah menghabiskan tenaganya berlari takut karena terusir detak jantungku untuk melintasi setiap lorongnya menuju otak kepalaku.....
sakin banyaknya,
hingga terkumpul dan menjadi beban yang membuat semakin berat...
aku tak mampu lagi,
semua darah menyatu dan melebihi kemerahannya di kepalaku,
dan akhirnya memudar menjadi bening,
lalu keluar jatuh melalui sela mataku, basahi bumi, pekatkan debu, lunak-kan tanah, dan beningkan batuan yg hitam.....
namun merahnya tertanam di butiran mataku,
mengakar didalam saraf- saraf pandanganku, batasi penglihatanku, kaburkan tatapanku dan aku.....
menangis.
aku menangis,
bagai orang tertimpa kayu patah yang menghempas bumi.
tersengal- sengal, meronta- ronta, dan menjerit- jerit.
hey nix, apa kamu kesakitan ?
apa kamu terluka ?
apa kamu dipermalukan ?
itu bisik bumi yang merasa terganggu dalam tandusnya......
hey nix, apa kamu sekarat ?
itu bisik langit yang juga tarusik dalam mendungnya.......
hey nix, apa kamu bodoh ?
angin pun ikut tertawakan ku dalam lembabnya.....
serentak alam pun bertanya,
hey nix, apa yang terjadi dengan mu?
mengikuti gemercik air, dan lambaian rumput ilalang aku menghadang tanya dengan satu jawab ku "aku sedang ber-Doa".
dan aku ber mohon meminta kepada penciptamu dan penciptaku satu ciptaannya yang tersembunyikan oleh ciptaanku dalam diri ini,
yaitu jemari tangan yang bisa mengisi setiap celah- celah kosong diantara jemari ku ini.
aku meminta sosok raga bernama Dia yang nyata, bukan hayal dan sangka......
aku memohon sosok raga bernama Dia yang tanpa mahkota dan sayap berbulu angsa....
dan aku hanya membutuhkan Dia yang bisa ku sentuh dan menyentuh,
Dia yang bisa sama merasakan hempasan udara diwajahku yang tertarik disaat ku bernapas,
dan Dia yang bisa mengerutkan wajahnya sepertiku saat tertawa dan menangis.....
juga Dia yang bisa berdoa bersama dalam tunduk kepala dalam kelemahan dan kekuatan untuk pencipta ku.
kabulkanlah doa ku ini Tuhan ku,
sekarang atau nanti saat ku benci dengan diriku.
aku tau Dia ada disini walau aku ak melihatnya, karena Dia utusan- Mu...
aku meminta dalam doa,
seandainya Dia seorang Malaikat untuk ku,
ambillah sayapnya dan jadikanlah Dia manusia untuk ku.
berikan aku kesempatan nikmati hidup dan matiku dalam genggaman tangan- nya.
tak lebih lain aku meminta sesuatu dari Mu dengan ku akhiri dalam kata.
Amin.
Tuhan,
selepas doa aku mohon ijin untuk bangkit berdiri membawa harap ini dalam hati.
( NIX )
sesaat itu juga aku jatuh berlutut diatas dasar tanah keras yang berserakan bebatuan hitam mengkilat.
begitupun aku tak mampu menahannya,
kubutuhkan bantuan lengan dan tanganku untuk membuka telapaknya dan menopangku dalam ketundukanku yang berat...
aku lemah,
tulang punggungku beberapa kali menggeretak,
urat- urat belakangku mengembang karena darah menghabiskan tenaganya berlari takut karena terusir detak jantungku untuk melintasi setiap lorongnya menuju otak kepalaku.....
sakin banyaknya,
hingga terkumpul dan menjadi beban yang membuat semakin berat...
aku tak mampu lagi,
semua darah menyatu dan melebihi kemerahannya di kepalaku,
dan akhirnya memudar menjadi bening,
lalu keluar jatuh melalui sela mataku, basahi bumi, pekatkan debu, lunak-kan tanah, dan beningkan batuan yg hitam.....
namun merahnya tertanam di butiran mataku,
mengakar didalam saraf- saraf pandanganku, batasi penglihatanku, kaburkan tatapanku dan aku.....
menangis.
aku menangis,
bagai orang tertimpa kayu patah yang menghempas bumi.
tersengal- sengal, meronta- ronta, dan menjerit- jerit.
hey nix, apa kamu kesakitan ?
apa kamu terluka ?
apa kamu dipermalukan ?
itu bisik bumi yang merasa terganggu dalam tandusnya......
hey nix, apa kamu sekarat ?
itu bisik langit yang juga tarusik dalam mendungnya.......
hey nix, apa kamu bodoh ?
angin pun ikut tertawakan ku dalam lembabnya.....
serentak alam pun bertanya,
hey nix, apa yang terjadi dengan mu?
mengikuti gemercik air, dan lambaian rumput ilalang aku menghadang tanya dengan satu jawab ku "aku sedang ber-Doa".
dan aku ber mohon meminta kepada penciptamu dan penciptaku satu ciptaannya yang tersembunyikan oleh ciptaanku dalam diri ini,
yaitu jemari tangan yang bisa mengisi setiap celah- celah kosong diantara jemari ku ini.
aku meminta sosok raga bernama Dia yang nyata, bukan hayal dan sangka......
aku memohon sosok raga bernama Dia yang tanpa mahkota dan sayap berbulu angsa....
dan aku hanya membutuhkan Dia yang bisa ku sentuh dan menyentuh,
Dia yang bisa sama merasakan hempasan udara diwajahku yang tertarik disaat ku bernapas,
dan Dia yang bisa mengerutkan wajahnya sepertiku saat tertawa dan menangis.....
juga Dia yang bisa berdoa bersama dalam tunduk kepala dalam kelemahan dan kekuatan untuk pencipta ku.
kabulkanlah doa ku ini Tuhan ku,
sekarang atau nanti saat ku benci dengan diriku.
aku tau Dia ada disini walau aku ak melihatnya, karena Dia utusan- Mu...
aku meminta dalam doa,
seandainya Dia seorang Malaikat untuk ku,
ambillah sayapnya dan jadikanlah Dia manusia untuk ku.
berikan aku kesempatan nikmati hidup dan matiku dalam genggaman tangan- nya.
tak lebih lain aku meminta sesuatu dari Mu dengan ku akhiri dalam kata.
Amin.
Tuhan,
selepas doa aku mohon ijin untuk bangkit berdiri membawa harap ini dalam hati.
( NIX )
Senin, 19 Juli 2010
Pentingnya sebuah naskah dan tulisan
Sjak jaman para Kawi,tradisi mnulis naskah selalu bersifat transendental.seperti Harjuna Wiwaha(th 1030M),Suluk Wujil(abad XVI),Sastra Gending(abad XVIII),atau bila ada dikalimantan tengah seperti Sanggomang, Silu & Ape, dan sbgainya.(itupun msh belum pernah ada yg membawakanya kedalam bentuk drama, atau seperti orang ...Jawa bilang KETOPRAK).
Lain halnya dgn tradisi barat. Naskah2 drama dimulai sjak mrka mengenal Dewa2,brkmbang trus sampæ abad XX. Sperti Odipus yg mghndar tujuman,akhrnya khndak Dewa, ia membunuh ayah kandungnya&mengawini ibunya sndri. Ini berarti,anak Odipus adlah saudara sekandungnya.
Dsitu,dosa berbincang dlm rasa, pada diri Odipus,yg akhrnya membutakan mata sendiri, dan berkelana terlunta2, menurt ilmu psikologi modern disebutkan, Manusia yg mencintai ibunya sndiri adlah penyakit, yg disebut: ODIPUS COMPLEX.
Maka, timbul pertanyaan,krn Sangkuriangpun dmikian,mengapa tdk lahir penyakit SANGKURIANG KOMPLEKS ? Ada sbabnya,shngga ... Lihat Selengkapnyatdk identik. Krn sangkuriang yg mengawini ibunya sndri itu,pda mulanya tdk tahu menahu bhwa sang calon istri adlah ibu kandungnya. Akan ttp,jka ada pnulis tragedi dinegeri kita,bahan ini cukup menarik u/dikemukakan. Andaikata dgn kekuatan sprt Sophocles lewat Odipus Sang Raja,kisah Sangkuriang akan berthan jg dr jaman ke jaman melalui teater tradisional yg kita sbut Ketoprak tadi.
Cntoh lain,Hamlet dr Denmark. Ia tergusur,diusir dari tahta oleh komplotan yg menggulingkan raja,shngga kehlangan mahkota. Hamlet berusaha merampas kmbali tahta yg hlang,ttp tdk dgn menggunakan pedang&pasukan. Melainkan ckup menjadi pemain sandiwara keli2ng. Dgn melakonkan ksah pengkhianatan komplotan itu trhdp ayahnya.terbukalah kedok musuh sang ayah,seperti kisah Dalang Gambuh Asmara dlm cerita PANJI.
Ia menyamar menjd dalang keli2ng,membongkar pengkhianatan komplotan yg mlempar Dewi Sekartaji dr Kerajaan,skaligus dr sang Suami Raden Panji Inu Kertopati.
Sprt halnya org Yunani,sjk 100thn sblm Yesus lahir telah mempunyai tradisi menyelenggarakan festival drama. Memperebutkan piala Dewa Anggur Dionysos. Stlah stiap thun diujicoba,barulah lahir ... Lihat Selengkapnyaseorg aktor yg diakui Yunani sjak 100thn SM, bernama THESPIS. Sjk saat itu pemeran drama dsau THESPIAN. Inilah salah satu petunjuk kuat,bhwa dgn kekuatan naskah,msa dpan kebudayaan khususnya cerita atau mitos,legenda bahkan dongeng bisa lebih cerah, apalg bila dikenalkan melalui panggung teater,drama bahkan Film. . .
Bagaimanakah dgn cerita dayak, khususnya Kalimantan Tengah? Bukankah potensi u/ itu lebih besar ? Sekarang lah dan di mulai saat inilah kekuatan NASKAH atau TULISAN akan membawa borneo kedalam kebesaran.
Simpan pedang mu, tp gunakanlah pena mu.
( nix ).
Lain halnya dgn tradisi barat. Naskah2 drama dimulai sjak mrka mengenal Dewa2,brkmbang trus sampæ abad XX. Sperti Odipus yg mghndar tujuman,akhrnya khndak Dewa, ia membunuh ayah kandungnya&mengawini ibunya sndri. Ini berarti,anak Odipus adlah saudara sekandungnya.
Dsitu,dosa berbincang dlm rasa, pada diri Odipus,yg akhrnya membutakan mata sendiri, dan berkelana terlunta2, menurt ilmu psikologi modern disebutkan, Manusia yg mencintai ibunya sndiri adlah penyakit, yg disebut: ODIPUS COMPLEX.
Maka, timbul pertanyaan,krn Sangkuriangpun dmikian,mengapa tdk lahir penyakit SANGKURIANG KOMPLEKS ? Ada sbabnya,shngga ... Lihat Selengkapnyatdk identik. Krn sangkuriang yg mengawini ibunya sndri itu,pda mulanya tdk tahu menahu bhwa sang calon istri adlah ibu kandungnya. Akan ttp,jka ada pnulis tragedi dinegeri kita,bahan ini cukup menarik u/dikemukakan. Andaikata dgn kekuatan sprt Sophocles lewat Odipus Sang Raja,kisah Sangkuriang akan berthan jg dr jaman ke jaman melalui teater tradisional yg kita sbut Ketoprak tadi.
Cntoh lain,Hamlet dr Denmark. Ia tergusur,diusir dari tahta oleh komplotan yg menggulingkan raja,shngga kehlangan mahkota. Hamlet berusaha merampas kmbali tahta yg hlang,ttp tdk dgn menggunakan pedang&pasukan. Melainkan ckup menjadi pemain sandiwara keli2ng. Dgn melakonkan ksah pengkhianatan komplotan itu trhdp ayahnya.terbukalah kedok musuh sang ayah,seperti kisah Dalang Gambuh Asmara dlm cerita PANJI.
Ia menyamar menjd dalang keli2ng,membongkar pengkhianatan komplotan yg mlempar Dewi Sekartaji dr Kerajaan,skaligus dr sang Suami Raden Panji Inu Kertopati.
Sprt halnya org Yunani,sjk 100thn sblm Yesus lahir telah mempunyai tradisi menyelenggarakan festival drama. Memperebutkan piala Dewa Anggur Dionysos. Stlah stiap thun diujicoba,barulah lahir ... Lihat Selengkapnyaseorg aktor yg diakui Yunani sjak 100thn SM, bernama THESPIS. Sjk saat itu pemeran drama dsau THESPIAN. Inilah salah satu petunjuk kuat,bhwa dgn kekuatan naskah,msa dpan kebudayaan khususnya cerita atau mitos,legenda bahkan dongeng bisa lebih cerah, apalg bila dikenalkan melalui panggung teater,drama bahkan Film. . .
Bagaimanakah dgn cerita dayak, khususnya Kalimantan Tengah? Bukankah potensi u/ itu lebih besar ? Sekarang lah dan di mulai saat inilah kekuatan NASKAH atau TULISAN akan membawa borneo kedalam kebesaran.
Simpan pedang mu, tp gunakanlah pena mu.
( nix ).
Minggu, 18 Juli 2010
arti sejarah
Sejarah adlah rekonstruksi masa lalu. Lalu apa yg di rekonstruksi sejarah? Adalah apa saja yg sudah dipikirkan, dikerjakan dan dialami oleh orang. Sejarawan dapat menulis apa saja, asal memenuhi syarat untuk disebut sejarah.
Jgn dibayangkan bahwa membangun kembali masa lalu itu u/ kpentingan msa lalu sendiri,itu antikuarianisme dan bukan sejarah. Juga jgn dibayangkan masa lalu yg jau. Kata seorg sejarawan Amerika, sejarah itu ibarat org naik kereta menghadap kebelakang, ia dpt melihat ke belakang,kesamping kanan dan kiri. Satu2nya kendala ialah, ia tidak bisa mlhat kedepan. .he. .
Jgn dibayangkan bahwa membangun kembali masa lalu itu u/ kpentingan msa lalu sendiri,itu antikuarianisme dan bukan sejarah. Juga jgn dibayangkan masa lalu yg jau. Kata seorg sejarawan Amerika, sejarah itu ibarat org naik kereta menghadap kebelakang, ia dpt melihat ke belakang,kesamping kanan dan kiri. Satu2nya kendala ialah, ia tidak bisa mlhat kedepan. .he. .
Avatar: The Legend of Aang (Avatar: The Last Airbender)
Avatar: The Legend of Aang (bahasa Indonesia: Avatar, pengendali angin terakhir; dikenal sebagai Avatar: The Last Airbender di Amerika Serikat dan beberapa negara) adalah sebuah serial animasi televisi Amerika yang ditayangkan oleh jaringan televisi Nickelodeon. Mengambil tempat di dalam dunia seni beladiri dan sihir unsur-unsur alam dengan pengaruh Asia, ceritanya mengikuti petualangan demi petualangan dari penerus gelar Avatar bernama Aang dan teman-temannya dalam perjalanan mereka menyelamatkan dunia dari Negara Api yang keji. Serial ini dituliskan dalam bentuk serial buku, dengan setiap episodenya dianggap sebagai sebuah "bab" (chapter) dan setiap musimnya disebut sebagai "buku" (book). Di Indonesia, film ini ditayangkan oleh Global TV.
LATAR BELAKANG
Avatar: The Legend of Aang mengambil tempat di sebuah dunia fantasi, tempat tinggal manusia, berbagai binatang fantastik, dan roh-roh. Peradaban manusia terbagi-bagi menjadi empat bangsa, Suku Air (Water Tribe), Kerajaan Bumi (Earth Kingdom), Pengembara Udara (Air Nomads), dan Negara Api (Fire Nation). Dalam setiap bangsa ada orang-orang yang dipanggil Bender (secara harfiah berarti "Pembengkok", namun dalam hal ini dianggap "Pengendali") yang memiliki kemampuan mengendalikan unsur alam sesuai bangsa mereka. Seni mengendalikan unsur alam ini merupakan perpaduan gaya seni beladiri dan sihir unsur alam.
Dalam setiap generasi, ada seseorang yang mampu mengendalikan setiap unsur, ialah yang dipanggil sebagai Avatar, roh dari planet yang menitis dalam bentuk manusia. Ketika seorang Avatar meninggal dunia, dia akan terlahir kembali di bangsa yang gilirannya selalu bergantian sesuai dengan siklus Avatar, yang seiring dengan musim: musim dingin untuk air, musim semi untuk tanah, musim panas untuk api, dan musim gugur untuk udara. Legenda mengatakan bahwa seorang Avatar harus mempelajari seni mengendalikan unsur sesuai dengan urutannya, dimulai dengan unsur asli bangsa sang Avatar, namun terkadang urutan ini bisa dilewat jika keadaan memaksa. Mempelajari pengendalian unsur yang berlawanan dengan unsur asli bangsa seseorang adalah hal yang teramat sulit karena perbedaan gaya seni beladiri dan doktrin-doktrinnya.
IKHTISAR ALUR CERITA
Seabad sebelum pembukaan cerita serial ini, Aang, seorang anak laki-laki pengendali angin berusia 12 tahun dari Kuil Udara Selatan milik kaum Pengembara Udara, diberitahu oleh para tetua bahwa ia adalah "Sang Avatar". Biasanya, seorang Avatar diberitahu jati dirinya sebagai seorang Avatar ketika ia beranjak 16 tahun, namun, para biksu takut akan perang yang terjadi diantara keempat bangsa akan segera terjadi dan dalam waktu singkat seorang Avatar akan diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian dunia. Hal ini membuat Aang sangat kebingungan dan tertekan. Singkat cerita, Aang kabur dari Kuil Udara Selatan, namun di tengah jalan ia bertemu dengan badai yang sangat besar dan ia bersama Appa (seekor banteng terbang raksasa miliknya) jatuh tenggelam ke dalam laut. Tetapi Aang segera membuat bola udara mengitari tubuhnya dan Appa sehingga ia tidak basah. Bola udara tersebut membekukan air di sekitarnya sehingga Aang dan Appa terkurung di dalam bongkahan es.
Dalam episode "The Boy in the Iceberg," dua remaja dari Suku Air Selatan yang bernama Katara – seorang pengendali air – dan kakaknya yang bernama Sokka, menemukan Aang dalam sebuah bongkahan es, kemudian mereka membebaskannya. Kemudian dari penjelasan mereka, Aang tahu bahwa selama ia menghilang, ketakutan para rahib akan terjadinya perang telah menjadi kenyataan. Bertahun-tahun selama ia kabur, Negara Api yang menjadi rumah para pengendali api, mengadakan perang menggempur tiga bangsa lainnya, yaitu Kerajaan Bumi, Suku Air, dan Pengembara Udara. Seluruh kuil udara dihancurkan, termasuk Pengembara Udara, semuanya dibantai supaya Avatar tidak bisa bereinkarnasi. Hal itu menyebabkan Aang menjadi pengendali udara terakhir di muka bumi. Merupakan kewajibannya untuk mempelajari pengendalian empat unsur, agar bisa mengalahkan Raja Api dan membawa kembali kedamaian dan keharmonisan di muka bumi. Untuk memikul tugas tersebut, Aang ditemani oleh Katara dan Sokka, bersama dengan dua hewan peliharaannya – Momo dan Appa – untuk mencari ahli pengendalian unsur-unsur dan belajar untuk menjadi seorang Avatar, dan pada saat yang sama mereka harus menghindari upaya penangkapan oleh pihak Negara Api.
PENGARUH DARI BUDAYA
Serial Avatar banyak meminjam seni dan mitologi dari benua Asia untuk menciptakan sebuah dunia fiksi. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri, pakaian, dan budaya dari negara-negara Asia seperti misalnya Cina, Jepang, Mongolia, Korea, India, dan Tibet. Penampilan Suku Air kelihatannya dipengaruhi oleh budaya Inuit. Secara terang-terangan dapat ditemukan pengaruh dari seni dan sejarah China, anime Jepang, Hinduisme, Taoisme, Buddhisme,[1] dan Yoga.[2] Staf produksi memperkerjakan konsultan budaya, Edwin Zane, untuk meninjau naskah cerita.
ARTI DARI ISTILAH AVATAR
Istilah Avatar berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Avatāra, yang berarti "turun". Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan di muka bumi setelah mengalami zaman kejahatan, dan mereka disebut Sang Avatar. Aksara Cina yang muncul di atas kata "Avatar" pada pembukaan cerita berarti "Perantara Tuhan yang turun ke dunia fana".
Ketika Aang masih kecil, ia tahu bahwa dirinya adalah seorang Avatar saat memilih empat mainan di antara ribuan mainan lainnya. Empat mainan tersebut adalah mainan yang sama dengan yang dipilih oleh para Avatar dari generasi sebelumnya ketika masih kecil, dan membuktikan bahwa Aang adalah reinkarnasi dari Avatar. Ini merupakan ujian yang sama dengan yang dilakukan oleh anak-anak Buddha di Tibet untuk menguji apakah ia merupakan reinkarnasi Tulku Lama. Menurut buku "Keajaiban dan Misteri di Tibet" karya Alexandra David-Néel, “beberapa benda seperti misalnya jimat, peralatan upacara, buku, cangkir teh,[4] dan lain-lain ditaruh bersama-sama, dan sang anak akan mengambil benda-benda, yang mana merupakan kepunyaan Tulku terdahulu, dan hal tersebut menunjukkan bahwa ia mengenali ingatannya pada kehidupannya yang terdahulu”[5]. Situs resmi Avatar mengatakan, the successor is expected to show signs of continuity with the previous Avatar, such as being born within a week of the death.
LATAR BELAKANG
Avatar: The Legend of Aang mengambil tempat di sebuah dunia fantasi, tempat tinggal manusia, berbagai binatang fantastik, dan roh-roh. Peradaban manusia terbagi-bagi menjadi empat bangsa, Suku Air (Water Tribe), Kerajaan Bumi (Earth Kingdom), Pengembara Udara (Air Nomads), dan Negara Api (Fire Nation). Dalam setiap bangsa ada orang-orang yang dipanggil Bender (secara harfiah berarti "Pembengkok", namun dalam hal ini dianggap "Pengendali") yang memiliki kemampuan mengendalikan unsur alam sesuai bangsa mereka. Seni mengendalikan unsur alam ini merupakan perpaduan gaya seni beladiri dan sihir unsur alam.
Dalam setiap generasi, ada seseorang yang mampu mengendalikan setiap unsur, ialah yang dipanggil sebagai Avatar, roh dari planet yang menitis dalam bentuk manusia. Ketika seorang Avatar meninggal dunia, dia akan terlahir kembali di bangsa yang gilirannya selalu bergantian sesuai dengan siklus Avatar, yang seiring dengan musim: musim dingin untuk air, musim semi untuk tanah, musim panas untuk api, dan musim gugur untuk udara. Legenda mengatakan bahwa seorang Avatar harus mempelajari seni mengendalikan unsur sesuai dengan urutannya, dimulai dengan unsur asli bangsa sang Avatar, namun terkadang urutan ini bisa dilewat jika keadaan memaksa. Mempelajari pengendalian unsur yang berlawanan dengan unsur asli bangsa seseorang adalah hal yang teramat sulit karena perbedaan gaya seni beladiri dan doktrin-doktrinnya.
IKHTISAR ALUR CERITA
Seabad sebelum pembukaan cerita serial ini, Aang, seorang anak laki-laki pengendali angin berusia 12 tahun dari Kuil Udara Selatan milik kaum Pengembara Udara, diberitahu oleh para tetua bahwa ia adalah "Sang Avatar". Biasanya, seorang Avatar diberitahu jati dirinya sebagai seorang Avatar ketika ia beranjak 16 tahun, namun, para biksu takut akan perang yang terjadi diantara keempat bangsa akan segera terjadi dan dalam waktu singkat seorang Avatar akan diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian dunia. Hal ini membuat Aang sangat kebingungan dan tertekan. Singkat cerita, Aang kabur dari Kuil Udara Selatan, namun di tengah jalan ia bertemu dengan badai yang sangat besar dan ia bersama Appa (seekor banteng terbang raksasa miliknya) jatuh tenggelam ke dalam laut. Tetapi Aang segera membuat bola udara mengitari tubuhnya dan Appa sehingga ia tidak basah. Bola udara tersebut membekukan air di sekitarnya sehingga Aang dan Appa terkurung di dalam bongkahan es.
Dalam episode "The Boy in the Iceberg," dua remaja dari Suku Air Selatan yang bernama Katara – seorang pengendali air – dan kakaknya yang bernama Sokka, menemukan Aang dalam sebuah bongkahan es, kemudian mereka membebaskannya. Kemudian dari penjelasan mereka, Aang tahu bahwa selama ia menghilang, ketakutan para rahib akan terjadinya perang telah menjadi kenyataan. Bertahun-tahun selama ia kabur, Negara Api yang menjadi rumah para pengendali api, mengadakan perang menggempur tiga bangsa lainnya, yaitu Kerajaan Bumi, Suku Air, dan Pengembara Udara. Seluruh kuil udara dihancurkan, termasuk Pengembara Udara, semuanya dibantai supaya Avatar tidak bisa bereinkarnasi. Hal itu menyebabkan Aang menjadi pengendali udara terakhir di muka bumi. Merupakan kewajibannya untuk mempelajari pengendalian empat unsur, agar bisa mengalahkan Raja Api dan membawa kembali kedamaian dan keharmonisan di muka bumi. Untuk memikul tugas tersebut, Aang ditemani oleh Katara dan Sokka, bersama dengan dua hewan peliharaannya – Momo dan Appa – untuk mencari ahli pengendalian unsur-unsur dan belajar untuk menjadi seorang Avatar, dan pada saat yang sama mereka harus menghindari upaya penangkapan oleh pihak Negara Api.
PENGARUH DARI BUDAYA
Serial Avatar banyak meminjam seni dan mitologi dari benua Asia untuk menciptakan sebuah dunia fiksi. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri, pakaian, dan budaya dari negara-negara Asia seperti misalnya Cina, Jepang, Mongolia, Korea, India, dan Tibet. Penampilan Suku Air kelihatannya dipengaruhi oleh budaya Inuit. Secara terang-terangan dapat ditemukan pengaruh dari seni dan sejarah China, anime Jepang, Hinduisme, Taoisme, Buddhisme,[1] dan Yoga.[2] Staf produksi memperkerjakan konsultan budaya, Edwin Zane, untuk meninjau naskah cerita.
ARTI DARI ISTILAH AVATAR
Istilah Avatar berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Avatāra, yang berarti "turun". Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan di muka bumi setelah mengalami zaman kejahatan, dan mereka disebut Sang Avatar. Aksara Cina yang muncul di atas kata "Avatar" pada pembukaan cerita berarti "Perantara Tuhan yang turun ke dunia fana".
Ketika Aang masih kecil, ia tahu bahwa dirinya adalah seorang Avatar saat memilih empat mainan di antara ribuan mainan lainnya. Empat mainan tersebut adalah mainan yang sama dengan yang dipilih oleh para Avatar dari generasi sebelumnya ketika masih kecil, dan membuktikan bahwa Aang adalah reinkarnasi dari Avatar. Ini merupakan ujian yang sama dengan yang dilakukan oleh anak-anak Buddha di Tibet untuk menguji apakah ia merupakan reinkarnasi Tulku Lama. Menurut buku "Keajaiban dan Misteri di Tibet" karya Alexandra David-Néel, “beberapa benda seperti misalnya jimat, peralatan upacara, buku, cangkir teh,[4] dan lain-lain ditaruh bersama-sama, dan sang anak akan mengambil benda-benda, yang mana merupakan kepunyaan Tulku terdahulu, dan hal tersebut menunjukkan bahwa ia mengenali ingatannya pada kehidupannya yang terdahulu”[5]. Situs resmi Avatar mengatakan, the successor is expected to show signs of continuity with the previous Avatar, such as being born within a week of the death.
Bapa kami
Bapa kami yg ada disurga,dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, diatas bumi seperti didalam surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami. Dan janganlah masukan kami kedalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami. Dan janganlah masukan kami kedalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
BANGKIT
Bangkit bukanlah berarti bangun dari tidur. . .
Bangkit bukanlah berarti berlari stelah terjatuh. .
Bangkit bkanlah brarti skedar berdiri dr duduk yg lama. .
Bangkit bkanlah brarti berbicara lantang. . .
Bangkit adlah menyadari potensi yg dimiliki. .
Bangkit adlah menyadari kita sudah terpuruk. .
Bangkit adlah tidak mengulangi kegagalan kembali. .
Dan bangkit adalah terus maju. . .
(m.la2).
Bangkit bukanlah berarti berlari stelah terjatuh. .
Bangkit bkanlah brarti skedar berdiri dr duduk yg lama. .
Bangkit bkanlah brarti berbicara lantang. . .
Bangkit adlah menyadari potensi yg dimiliki. .
Bangkit adlah menyadari kita sudah terpuruk. .
Bangkit adlah tidak mengulangi kegagalan kembali. .
Dan bangkit adalah terus maju. . .
(m.la2).
Langganan:
Postingan (Atom)